Lagu “Cover Version” yang Jauh Enak daripada Aslinya

edited December 2014 in General
Secara emosional artikel.web.id/berita/daftar-tangga-lagu-indonesia-terbaru-terbaik.html, masyarakat sering merasa bahwa versi baru tersebut kurang baik, ‘lebih enak aslinya’. Aku pun sering berfikir seperti ini. Tapi muncul segenap lagu “cover version” dimana paling enak didengar, terlebih-lebih terasa bertambah enak dibandingkan versi aslinya. Aku mencoba memilih twelve lagu (5 lagu Dalam negeri, 5 various lagu Barat), berikut terkait hasilnya. oh yeah ya, aku sarankan Kita membacanya sambil mengecek pada Youtube, sejumlah besar lagu-lagu ini (baik versi anyar maupun lamanya) sanggup diakses di saludable.

1. Cobalah Mengerti (NOAH as well as Momo Geisha). Sewaktu pertama kali Momo membawakan lagu terkait pada konser Uki/Lukman/David (waktu ini tanpa Ariel), malahan pecinta Pererpan (cat: NOAH ketika itu belum sah terbentuk) sekalipun melimpah yang tak kenal lagu tersebut. Tak minim yang menyangka ini lagu anyar. Padahal lagu itu sudah ada di dalam recording Peterpan bertajuk “Hari yg Cerah” dalam rilis tahun 2008 (dengan Ariel seperti vokalis tentu saja saja). Aransemen baru yang sangat bertentangan dengan aslinya dimana nge-beat lah dimana membuat orang lupa versi aslinya. Ditambah dgn warna vokal Momo yang palei, membuat lagu tersebut terdengar paling halus dan ramah, bahkan jauh baik dibanding aslinya.

2. Kupu-Kupu Malam (Peterpan). Lagu indonesia merupakan bagian melalui album kompilasi bertajuk “From Us all to U” dimana diisi beberapa artis di bawah tag Musica buat menghormati Titiek Puspa. Akibat Titiek Puspa terlebih dahulu, lagu itu dibawakan oleh suara lantang dalam menjadi jadi ciri khasnya. In tangan Ariel dkk, para ABG angkatan 1990an ke atas tentu menduga lagu itu merupakan tulisan asli Peterpan. Oleh cara menyanyi sendunya, Ariel dapat menegaskan suasana muram dimana ada di lagu ini. Sewaktu dibawakan Titiek Puspa, lagu tersebut terasa contohnya lagu ‘orang dewasa’. Di tangan Peterpan, lagu tersebut terasa menjadi lagu ’semua umur’, kemudian para ABG jua gak segan menyenandungkannya.

3. Gak ‘Kan Ada Cinta lainnya (Dewi Dewi). Terkait buatan Ahmad Dhani dimana sudah dirilis bersama-sam Dewa 19 di album “Format Argamasa Depan” tahun 94 (dengan vokalis Ari Lasso). Untuk tahun 1999, lagu ini di-c0ver dari Titi DJ buat albumnya yg berjudul “Bahasa Kalbu”. Akan tetapo versi ternama lagu itu baru muncul tahun 07 sewaktu Dewi Dewi (Purri, Ni?era, Ina) dibuatkan recording akibat Ahmad Dhani sendiri dengan tajuk “Recycle +”. Hanya aransemen yang sungguh-sungguh anyar, suara manja Purri dan backing vocal Padre dan Ina betul-betul memberikan nuansa anyar, serta terasa lebih passing dibandingkan ketika dibawakan Titi lalu bahkan akibat Ari Fiacco sekalipun. Keberadaan Dhani dalam balik layar adalah kuncinya.

4. Antara Anyer kemudian Jakarta (Sheila Madjid). Lagu ciptaaan Oddie Agam indonesia sangat populer saat dinyanyikan dengan Sheila Madjid. Logat Malaysia-nya, yaitu menyebut malam yang “burok” -bukan “buruk”, bukannya menggangu, akan tetapi malah memperbanyak ‘manis’ lagu itu. Tidak beragam yang tahu, bahwa lagu Antara Anyer dan Jakarta sudah pernah dirilis sebelumnya, tepatnya dari Atiek CB di dalam thn 1986. Atiek pun menjadi penyanyi lumayan terkenal, seandainya sama sekali tidak karena lagu itu, sebuah fakta yang kian lama kian menegaskan bahwa versi Sheila selalu lebih ramah dibandingkan ketika dibawakan Atiek CLICKBANK.

5. Rindu (Agnes Monica). Sewaktu muncul movie klipnya in layar kaca, pula saat diputar dalam berbagai stasiun broadcast tahun dan (2013) lagi ini banyak disukai masyarakat. Padahal, masa pertama kali dinyanyikan akibat Fryda di recording Nuansa Gita pada tahun 95, lagu ciptaan Eros Djarot itu gak terlalu diinget.
Sign In or Register to comment.